REKREASI DI CIWIDEY.

Ciwidey, Bandung Selatan.

Ciwidey adalah sebuah kecamatan di Kabupaten bandung, Jawa Barat, Indonesia

Kalau anda berminat rekreasi ke ciwidey jangan lupa bawa mantel atau jaket yang agak tebel ya!! soale di sana dingin buuangeet.

Kecamatan ini terletak di sebelah selatan kota Bandung. Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Cianjur dengan akses jalan yang menembus daerah Cianjur selatan.

Ciwidey dikenal sebagai daerah tujuan pariwisata, dan juga sebagai daerah penghasil produk-produk pertanian dan perkebunan. Objek wisata di daerah ini diantaranya adalah:

  • Situ Patenggang

Menurut keterangan yang kita baca di lokasi, dikisahkan bahwa nama Situ Patengan berawal dari istilah sunda yaitu Pateangan-teangan yang berarti saling mencari. Masyarakat sekitar bermitos bahwa dahulu kala hiduplah seorang putra prabu bernama Ki Santang dan Putri titisan dewi bernama Dewi Rengganis yang saling mencintai namun terpisah sekian lamanya. karena cinta yang mendalam, mereka saling mencari dan akhirnya bertemu di sebuah tempat yang sampai sekarang dinamakan Batu Cinta. Dewi Rengganis kemudian minta dibuatkan danau dan sebuah perahu untuk berlayar bersama. Perahu tsb kini menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati dan disebut2 sebagai Pulau Asmara (Pulau Sasaka). Konon kabarnya, jika kita singgah ke batu cinta dan mengelilingi pulau asmara, kita akan mendapati cinta yang abadi seperti mereka (ehm..).

Tuk bs berkeliling,i dsana sudah disediakan perahu yang kayanya bisa kita sewa. Selain perahu2 warna warni itu juga disediakan perahu bebek genjot seperti yang biasa kita temui di ancol. Sayangnya pas gw kesana beberapa hari lalu, gw ga sempat berperahu ke pulau asmara itu (hiks). padahal penasaran pengen liat batu cinta seperti yang diceritakan. Btw, sekilas cari2 info, gw menemukan berita yang pernah terjadi di sekitar danau ini. Menurut harian PIKIRAN RAKYAT  tanggal 17 November 2005, sempat terjadi perburuan gembong teroris Noordin M. Top oleh anggota Polres Bandung di kawasan Situ Patengan yang kebetulan merupakan daerah perbatasan Kab. Bandung dengan Cianjur. Beberapa penginapan dan tamu2nya sempat menjadi sasaran pencarian. Penyisiran yang dilakukan oleh beberapa anggota Dalmas, Reskrim dan Intel pun akhirnya selesai tanpa hasil.

Di sekitar danau, kita juga menjumpai beberapa tempat kemah dan kolam2 kecil yang biasa dipakai orang2 sekitar tuk menjala ikan. agaknya tempat ini cukup menarik tuk bs dijadikan alternatif liburan (seperti kemping) bersama keluarga.

masih ada obyek wisata lain yaitu Batu Cinta tepatnya berada di Danau Patengan. Konon pangeran yang bernama Raden Indrajaya dan Dewi Rengganis saling jatuh cinta. Seperti biasa cinta tidaklah berjalan mulus. Mereka harus berpisah dan tetesan air matapun keluar sehingga menjadi sebuah danau (situ). Karena asmara yang mendalam keduanya saling mencari yang dalam bahasa sundanya pateang-teangan. Nah asal-usul nama danaunya udah tahu khan. Pada akhirnya mereka bertemu di batu cinta ini dan saling berjanji untuk mengikat asmara yang suci dan abadi. Jadi barang siapa (pasangan) yang datang, cinta mereka akan abadi. Katanya.

  • Ranca Upas

Bumi perkemahan yang diantara kawah putih dan Situ Patenggang ini dapat jadi prioritas nih dalam liburan lebaran nanti, selain bisa kemah di alam terbuka kita pun di suguhi dengan bermacam-macam satwa menarik seperti Rusa, kuda dll.

Sebagian beasr objek wisata ini dipergunakan untuk tempat berkebun dan beristirahat. DI tempat ini terdapat pemandian ruangan tertutup yang terdiri dari beberapa kamar dan ini adalah suatu hal menarik di samping Anda dapat melihat rusa-rusa yang bebas berkeliaran di tempat penangkaran. Untuk menunjang kegiatan wisata Anda, di areal ini terdapat beberapa fasilitas diantaranya adalah kantor infirmasi, areal parkir, areal perkemahan, pemandian, jajanan tradisional, bangunan penagkaran rusa, danau, wc, dan sebagainya.
Jika Anda ekeluarga menginginkan untuk menginap, silahkan menghubungi PTPN VII di Bandung untuk menyewa wisma-wisma milik PTPN VII di sekitar lokasi yang sangat menarik dan dapat dipastikan Anda sekeluarga akan mendapatkan petualangan baru.


  • Kawah Putih

Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut dengan suhu antara 8-22°C. Di puncak Gunung Patuha itulah terdapat Kawah Saat, saat berarti surut dalam Bahasa Sunda, yang berada di bagian barat dan di bawahnya Kawah Putih dengan ketinggian 2.194 meter di atas permukaan laut. Kedua kawah itu terbentuk akibat letusan yang terjadi pada sekitar abad X dan XII silam. Kawah Putih ini terletak sekitar 46 km dari Kota Bandung atau 35 km dari ibukota Kabupaten Bandung, Soreang, menuju Ciwidey.

Legenda Kawah Putih

Gunung Patuha konon berasal dari nama Pak Tua atau ”Patua”. Masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Gunung Sepuh. Dahulu masyarakat setempat menganggap kawasan Gunung Patuha dan Kawah Putih ini sebagai daerah yang angker, tidak seorang pun yang berani menjamah atau menuju ke sana. Konon karena angkernya, burung pun yang terbang melintas di atas kawah akan mati.

Misteri keindahan danau Kawah Putih baru terungkap pada tahun 1837 oleh seorang peneliti botanis Belanda kelahiran Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864) yang melakukan penelitian di kawasan ini. Sebagai seorang ilmuwan, Junghuhn tidak mempercayai begitu saja cerita masyarakat setempat. Saat ia melakukan perjalanan penelitiannya menembus hutan belantara Gunung Patuha, akhirnya ia menemukan sebuah danau kawah yang indah. Sebagaimana halnya sebuah kawah gunung, dari dalam danau keluar semburan aliran lava belerang beserta gas dan baunya yang menusuk hidung. Dari hal tersebut terungkap bahwa kandungan belerang yang sangat tinggi itulah yang menyebabkan burung enggan untuk terbang melintas di atas permukaan danau Kawah Putih.

Karena kandungan belerang di danau kawah tersebut sangat tinggi, pada zaman pemerintahan Belanda sempat dibangun pabrik belerang dengan nama Zwavel OntginingKawah Putih’. Kemudian pada zaman Jepang, usaha tersebut dilanjutkan dengan nama Kawah Putih Kenzanka Gokoya Ciwidey yang langsung berada di bawah penguasaan militer Jepang.

Di sekitar kawasan Kawah Putih terdapat beberapa makam leluhur, antara lain makam Eyang Jaga Satru, Eyang Rongga Sadena, Eyang Camat, Eyang Ngabai, Eyang Barabak, Eyang Baskom, dan Eyang Jambrong. Salah satu puncak Gunung Patuha yakni Puncak Kapuk, konon merupakan tempat pertemuan para leluhur yang dipimpin oleh Eyang Jaga Satru. Konon, di tempat ini terkadang secara gaib terlihat sekumpulan domba berbulu putih yang oleh masyarakat disebut domba lukutan.
Danau Kawah Putih kadang ditutupi halimun

Danau Kawah Putih memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Air di danau kawahnya  dapat berubah warna, kadangkala berwarna hijau apel kebiru-biruan bila terik matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu. Paling sering terlihat airnya berwarna putih disertai kabut tebal di atas permukaan kawah. Selain permukaan kawah yang berwarna putih, pasir dan bebatuan di sekitarnya pun didominasi warna putih, oleh karena itu kawah tersebut dinamakan Kawah Putih.

Menuju ke Kawah Putih

Sejak tahun 1987 PT. Perhutani (Persero) Unit III Jabar dan Banten mengembangkan kawasan Kawah Putih ini  menjadi sebuah objek wisata. Untuk tiket masuk areal objek wisata Kawah Putih, setiap orang dikenakan biaya Rp 10.000,00, sudah termasuk premi asuransi. Objek wisata Kawah Putih dibuka mulai pukul 07.00 dan tutup pada pukul 17.00, setiap hari Senin sampai dengan Minggu. Fasilitas bagi pengunjung di sekitar Kawah Putih sudah cukup memadai dengan adanya areal parkir, transportasi transit menuju kawah, pusat informasi, mushala, dan warung-warung makanan.

Untuk menuju ke sana, pengunjung dari Jakarta dapat melewati tol Cipularang terus menuju pintu keluar tol Kopo menuju Soreang ke arah selatan ke kota Ciwidey. Sekitar 20 – 30 menit dari kota Ciwidey terlihat tanda masuk menuju gerbang masuk objek wisata Kawah Putih yang ada di sebelah kiri jalan. Untuk menuju Kawah Putih dari gerbang masuk kawasan objek wisata Kawah Putih disarankan menggunakan kendaraan, jangan berjalan kaki karena jalan yang agak menanjak dan cukup jauh, yaitu sekitar 5,6 km atau sekitar 10 – 15 menit dengan kendaraan. Kendaraan pribadi dapat langung menuju tempat parkir luas yang tersedia tidak jauh dari kawah. Sementara pengunjung dengan rombongan besar yang menggunakan bis, atau transportasi umum dapat menggunakan kendaraan khusus yang ada di areal parkir dekat gerbang masuk untuk mencapai kawah dari pintu masuk. Kondisi jalan yang kecil dan menanjak tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan jenis bis besar maupun sedang.

Transportasi umum menuju Ciwidey dari Bandung dapat ditemui di Terminal Kebun Kalapa maupun Leuwi Panjang. Setelah sampai di Kota Ciwidey maka perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkutan pedesaan tujuan Situ Patengan. Angkutan pedesaan yang menuju Situ Patengan ini melintasi objek-objek wisata yang ada di kawasan Ciwidey yaitu Perkebunan Strawberry, Kawah Putih, Ranca Upas, & kolam renang air panas Cimanggu. Untuk dapat menjelajahi dan menikmati keindahan alam kawasan Ciwidey dan sekitarnya rasanya tidak cukup hanya satu hari.

  • Pemandian Air panas Cimanggu
  • Pemandian Air Panas dan Cottage Walini

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s